Notifikasi :

1. Hello selamat datang Website kami.

2. Jangan lupa komentar dan saran.

  • Posted by : Taufiq Sejati Saturday, October 17, 2015



    Kesepakatan dan bukti indonesia mempunyai peran strategis dalam WTO
    Berhasilnya Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) ke-9 di Bali, telah berhasil membuahkan Paket Bali. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia mempunyai peran strategis dan kontribusi besar di dunia internasional. KTM WTO yang berhasil menyamakan persepsi tiga kelompok negara (negara maju, berkembang dan miskin) dari 159 anggota WTO yang sebelumnya sempat deadlock, diyakini bisa meningkatkan ekspor Indonesia.

    "Indonesia sangat berkepentingan terhadap kesepakatan KTM-WTO, karena saat ini Indonesia sedang meningkatkan ekspor di tengah pelemahan ekonomi dunia, ketika masih ada restriksi, dapat menghambat volume dan nilai ekspor," ujar Muhammad Ikhsan, Sekretaris Jenderal Youth Freedom Network (YFN), Senin (9/12).

    Bagi YFN, Liberalisasi ekonomi adalah solusi bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Di mana Indonesia dituntut untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain, karena tidak ada lagi monopoli ekonomi.

    "Kesempatan lebih terbuka. Free market sebagai hasil dari perdagangan internasional adalah proses sejarah, hasil dari inovasi manusia dan kemajuan ekonomi. Hal ini mengacu pada peningkatan integrasi ekonomi seluruh dunia, terutama melalui pergerakan barang, jasa, dan modal lintas batas," tandasnya.

    Ia menambahkan, prinsip-prinsip dalam WTO bukanlah merupakan ancaman bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun justru harus dijadikan sebagai peluang demi kemajuan perekonomian Indonesia. "Pasar bebas misalnya memberikan ruang bagi produsen untuk memasarkan produknya sehingga konsumen bebas memilih barang apa yang disukainya," tandasnya.

    Sebagai informasi, KTM-WTO yang dilaksanakan di Bali berhasil membuahkan paket Bali yang berisikan tiga poin utama. Pertama, Fasilitasi Perdagangan, menyepakati pengurangan hambatan perdagangan (Trade Facilitation), Kedua Kebijakan Mengenai Produk Pertanian menyepakati keleluasaan bagi negara berkembang dengan jumlah penduduk besar, termasuk India dan Indonesia, untuk memberikan subsidi harga kepada petani dalam upaya menjamin ketersediaan pangan bagi rakyat miskin (Agriculture), dan Ketiga Paket Kebijakan Untuk Negara Kurang Berkembang menjamin akses negara berkembang untuk mengekspor produk-produknya ke negara maju (Least Developed Countries).

  • Copyright © 2017 - KIRITO-LOVERZ

    KIRITO-LOVERZ - Powered by Blogger - Designed by CUCU Taufiq Sejati