Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Merapi
KULONPROGO - Sebuah truk penambang pasir di Sungai Progo, Kulonprogo, terjebak banjir lahan dingin dari Gunung Merapi.
Akibatnya, truk ini terseret arus sungai hingga terendam semalaman. Kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Truk nahas dengan nomor polisi AB 8459 HH ini, diketahui milik Sumardi, warga Karangsari Kecamatan Pengasih. Truk yang dikemudikan oleh Suhadi, warga Suruhan Karangsari ini, sudah biasa digunakan untuk menambang pasir di lokasi ini. Bahkan sebelum kejadian, truk ini sudah empat kali mengangkut pasir untuk dijual.
Menurut penuturan Suhadi, musibah ini terjadi pada Jumat (3/12/2010), sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu truk diparkir di sisi timur Sungai Progo di, wilayah Karang Wetan, Salamrejo Sentolo Kulonprogo. Setelah pasir memenuhi bak truk, mendadak mesin ngadat. Beberapa kali dihidupkan, mesin tidak juga menyala. Hingga akhirnya banjir mulai datang.
"Beberapa kali saya starter tidak mau hidup," ujar Suhadi, Sabtu (4/12/2010).
Dalam kondisi panik, kata dia, sejumlah penambang menurunkan seluruh isi pasir dari atas bak truk. Termasuk mencoba mengevakuasi dengan cara menarik menggunakan truk lain. Hanya saja upaya ini tidak banyak membuahkan hasil. Truk yang sudah kosong ini pun tidak bisa ditarik. Justru truk penarik nyaris ikut terseret arus sungai.
Satu-satunya upaya yang dilakukan adalah mengikat dengan sejumlah tambang. Diharapkan truk tidak ikut terseret terlalu jauh. Puncaknya terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, banjir lahar dingin dari Merapi cukup besar. Saat itulah truk terguling terkena arus sungai. Beruntung, tali yang dipasang pada truk cukup kuat dan mampu menepikan truk ke pinggiran sungai. Semalaman, pemilik truk dan awak menunggu bangkai truk dalam kondisi miring.
"Truk itu terseret lebih dari 15 meter," ujar Jumari, salah seorang saksi.